<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2180">
 <titleInfo>
  <title>Konstruksi Diplomasi Indonesia Terhadap Filipina dalam Penyelesaian Delimitasi Batas Maritim Zona Ekonomi Ekslusif di Laut Sulawesi pada Tahun 2014</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eriko Sunjaya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia merupakan negara kepulauan. Setiap negara pasti memiliki sebuah  wilayah,  rakyat,  serta  pemerintahan  yang  berdaulat. Setiap  negara perlu  menetapkan  batas –batas  negaranya  untuk  menentukan wilayah kedaulatan   negaranya.   Pada   penerapannya,   penentuanbatas   wilayah merupakan sebuah hal yang sulit ketika sebuah negara berdekatan dengan negara  lain.  Indonesia  yang  berdekatan  dengan  Filipina  memiliki  klaim tumpang tindih terhadap sebuah kolom laut di Laut Sulawesi. Sengketa klaim tumpang tindih ini dapat diselesaikan dengan damai melalui diplomasi yang dilakukan  oleh  kedua  negara.  Berdasarkan  banyaknya  sengketa  mengenai perbatasan wilayah sebuah negara, penelitian ini dilakukan agar sengketa –sengketa  wilayah  perbatasan  yang  ada  dapat  diselesaikan  dengan damai dengan  mencontoh  diplomasi  yang  dilakukan  oleh  Indonesia  dan  Filipina. Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  kualitatif  dengan  metode  analisis induksi. Penulis  berharap  melalui  penelitian  ini, proses diplomasi  yang dilakukan  oleh  Indonesia  dengan  Filipina  dalam  penyelesaian  sengketa delimitasi maritim zona ekonomi eksklusif di Laut Sulawesi ini dapat menjadi contoh  untuk  menyelesaikan  sengketa –sengketa  perbatasan  yang  ada dengan lebih efektif dan dalam kurun waktu yang singkat.&#13;
Kata kunci: konstruksi, diplomasi, Indonesia, Filipina, Laut Sulawesi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>international relations</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2018</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Eriko Sunjaya</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.IR.17.2018</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S100361SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>LSPR Sudirman Park</sublocation>
    <shelfLocator>S1.IR.17.2018</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2180</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-01-23 12:49:17</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-17 14:30:19</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>